Berburu Keseruan di Keuken!

Keuken hadir kembali! Setelah sukses dengan dua festival sebelumnya semenjak tahun 2011 lalu, kini Keuken yang bertemakan “The Athlete’s Feast” menunjuk Lapangan Lodaya sebagai venue pilihan mereka. Tema olahraga yang Keuken pilih tidak hanya dipatuhi oleh panitia dan para tenant saja, ternyata para pengunjung pun sangat antusias mendukung tema tersbeut. Misalnya, pada pagi hari, terlihat para atlet memakain pakaian olahraga bertuliskan “Reclaim The Street, Run!” yang berlari bersama dari BIP menuju Lapangan Lodaya. Terlihat juga komunitas atlet softball mengenakan kostum dari clubnya masing-masing.

Dengan tagline, “Reclaim the Street, Eat” Keuken berusaha merubah ruang kota menjadi ruang publik untuk festival makanan bersama. Secara overall, Keuken berhasil memanjakan lidah kami dengan varian stand-stand makanan yang disuguhkan, dari mulai cemilan, makanan berat, berbagai macam minuman, sampai dessert, semuanya hadir disini. Sehingga pada intinya, brand-brand kuliner untuk Keuken tahun ini lebih beragam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,

Tahun ini Keuken juga menawarkan “open table” sejenis all-you-can-eat untuk makan siang dan makan malam. Pengunjung dapat membayar sekitar Rp100.000 dan makanan siap disantap! Sayangnya, ketika kami ingin mencobanya, semuanya sudah habis terjual. Hal baru lainnya juga ada kompetisi adu otot dan berbagai jenis kegiatan seru lainnya!

Open Table

Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, venue untuk tahun ini dapat dibilang cukup besar, walaupun sebenarnya pengunjung masih harus berdesak-desakkan di saat beberapa jam menuju akhir acara.

Sebenarnya, festival kuliner memang merupakan sesuatu yang sudah biasa dan sering dilaksanakan. Namun apa yang membedakan Kekeun dengan festival kuliner lainnya? Apa yang menjadi keunikan dari Kekeun?

Yang menarik di sini adalah makanan dan minuman yang disediakan. Di Kekeun sendiri, memang terdapat beraneka macam makanan, cemilan, dan minuman yang siap menanti para pengunjung setia kulnari. Tempat ini bisa menjadi salah satu tempat terfavorit bagi mereka yang merupakan sang culinary-hunter. Lantas, makanan jenis apa yang membuat Kekeun menjadi unik? Sebenarnya hal yang kami tekankan untuk kata unik ini bukanlah dari rasa atau jenis makanan. Tetapi dari siapa pemilik atau pembuat makanan tersebut. Ya, kebanyakan atau hampir semua makanan dan minuman di sana adalah milik atau hasil usaha entrepreneur dari teman-teman atau generasi muda kita sendiri. Banyak dari mereka yang masih kuliah atau masih sekolah namun telah mampu untuk menciptakan sesuatu yang baru, sesuatu yang unik, dan sesuatu yang fresh yang disajikan dalam makanan. Beberapa brand yang hadir ternyata merupakan hasil karya teman-teman kami dari SBM ITB loh!

Adanya semangat dari para generasi muda kita dalam menyalurkan kekreativitasan mereka dalam bentuk makanan, membuat makanan di Kekeun memiliki ciri khas tersendiri. Bagaimana cara mereka menyampaikan dan mengantarkan value mereka, memberikan bukan hanya sekedar cita rasa namun juga pengalaman dan entertainment kepada pengunjung lewat makanan mereka merupakan suatu hal baru dan beda. Mereka tidak hanya berlomba-lomba memberikan “rasa enak” pada pelanggan tetapi juga rasa prestige tersendiri yang tidak didapatkan pada makanan lain. Inilah yang dibutuhkan Indonesia saat ini, pembeda dan penambah nilai, di mana ada pergantian generasi dan kemajuan dalam berpikir dan mengantarkan ide dalam bentuk yang lebih kompleks namun sampai secara efektif. Adanya semangat para generasi muda ini patut diacungi jempol dan diteladani. Bagaimana mereka bersemangat untuk berkompetisi menjadi yang terbaik dan menjadi lebih baik. Apa yang mereka lakukan sekarang mungkin masih merupakan skala kecil, namun dalam jangka panjang hal ini bisa saja menjadi salah satu faktor terbesar dalam kemajuan Indonesia.

Dari festival Keuken ini, kami belajar banyak hal, bahwa menyusun strategi pemasaran adalah salah satu kunci utama dari kesuksesan sebuah acara. Dapat dibilang bahwa venue yang dipilih Keuken pada tahun ini tidak terlalu strategis, banyak pengunjung yang belum pernah ke daerah Lodaya, bahkan banyak juga yang belum pernah mendengar Lodaya sebelumnya. Tapi mereka rela mencari, mereka rela meluangkan sedikit waktunya untuk menanyakan petunjuk jalan atau hanya sekedar membuka google map. Beberapa dari pengunjung juga terpaksa nyasar, tapi tak mematahkan niat mereka sama sekali untuk membatalkannya. Saat hujan turun pun, banyak pengunjung juga masih setia berada di venue. Hal ini terjadi karena Keuken sangat berhasil mencuri perhatian mereka.

Akhir kata, semoga Keuken dapat memotivasi semangat generasi muda Indonesia untuk berkarya dan berwirausaha.!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: